Mengenal MAN 2 MAJALENGKA dan arah Penerimaan Murid Baru Madrasah tahun ajaran 2026–2027.
Lembaga pendidikan di bawah Kemenag RI yang mengintegrasikan akademik, keterampilan vokasi, riset ilmiah, dan pembinaan karakter Islami untuk mencetak generasi berprestasi dan berakhlak mulia.
PROFIL MAN 2 MAJALENGKA
MAN 2 Majalengka merupakan Madrasah Aliyah Negeri yang berdiri sejak tahun 1985 dan telah meraih akreditasi A. Dengan slogan "MA Plus Keterampilan", madrasah ini tidak hanya fokus pada pendidikan akademik berbasis Kurikulum Merdeka, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan vokasional yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program keterampilan yang ditawarkan meliputi Teknik Elektronika, Teknik Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Tata Busana.
Madrasah beroperasi setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 16.00 WIB, dengan fasilitas lahan seluas 7.372 m². Saat ini terdapat 59 tenaga pendidik dan kependidikan yang mendukung proses belajar mengajar, serta 1.084 siswa yang terbagi dalam 34 rombongan belajar. MAN 2 Majalengka juga telah mencatat 50 prestasi di berbagai bidang, mencerminkan kualitas dan semangat kompetitif para siswanya.
Kepala sekolah periode 2026 adalah Bapak H. Dodo Sunandi, M.Pd, Madrasah terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat visi menjadi madrasah unggul dengan keterampilan vokasional, serta menjalankan misi untuk mengembangkan potensi akademik, non-akademik, dan karakter siswa.
Dengan identitas yang kuat, program keterampilan yang berdaya guna, serta dukungan tenaga pendidik profesional, MAN 2 Majalengka hadir sebagai lembaga pendidikan yang siap menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
TUJUAN PMBM MAN 2 MAJALENGKA
Program Manajemen Berbasis Madrasah (PMBM) di MAN 2 Majalengka bertujuan untuk menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif. Melalui PMBM, madrasah berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan pendidikan dapat dipantau serta dievaluasi secara sistematis. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menjamin tercapainya visi madrasah sebagai lembaga pendidikan unggul dengan keterampilan vokasional.
Selain itu, PMBM juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pihak madrasah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar. Dengan adanya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, madrasah dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperluas akses informasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Tujuan akhirnya adalah membangun budaya madrasah yang profesional, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan karakter siswa.